Pada tanggal 5 Juni, 16 jiwa yang berani memberanikan diri untuk memulai perjalanan dari Bali International School Surf Camp 2012. Kelompok ini terdiri dari pemula dan peselancar maju.
Persinggahan pertama dari perjalanan epik ini adalah Pantai Double Six, dimana para pemula mendapatkan kesempatan untuk belajar bagaimana caranya berselancar dengan para profesional yang berpengalaman di lapangan, sementara peselancar yang lebih maju melakukan usaha terbaiknya untuk semakin meningkat di pantai dengan ombak 3 kaki yang konsisten. Konsisten dengan tradisi di Kuta, kami makan malam di restoran Goku untuk merasakan “iga terbaik di Bali”.
Setelah tidur selama sekitar 5 jam, kami dijumpai oleh kondisi dinginnya Bali pada pukul 5 pagi. Kami ada rapat, yang menentukan tempat kami berselancar pada hari itu di Echo Beach, dimana disana ada swell 3 kaki. Terlalu besar untuk pemula, maka mereka pergi ke Tugu, dan ombak 3 kaki di Echo Beach cukup sempurna untuk peselancar yang lebih maju di kelompok itu. Tempat berikutnya adalah Padma, dimana swellnya, sekali lagi, terlalu besar untuk ditaklukkan oleh peselancar, dan sekali lagi, sempurna bagi mereka yang selancarnya lebih maju. Malahan, para pemula melakukan body surf seraya mengagumi para profesional. Tempat berselancar terakhir hari itu adalah Double Six di sekitar waktu matahari terbenam, dimana kondisinya sempurna bagi setiap level pengalaman di kelompok kami. Makan malam kami haruslah menyamai makanan malam sebelumnya di Goku, dan Balcony akhirnya yang terpilih. Balcony adalah tempat bersantai terkenal bagi para peselancar. Di Balcony, kami bertemu dengan dua orang peselancar terkenal di dunia surfing; Lee Wilson dan Marlon Gerber.
Hari terakhir dari pengalaman besar ini adalah melakukan perjalanan ke Pantai Berawa, di mana para pemula mulai lebih percaya diri dan konsisten dengan surfing mereka, dan beberapa peselancar maju mulai mendaratkan beberapa trik yang lebih besar seperti mendaratkan sebuah aerial Dyou Worawong dan Chris Meyer melakukan cutback pertamanya. “Itu adalah trik terbesar yang pernah dilakukan dalam seluruh karir surfing saya. Saya pikir saya melihat pencari bakat dari Hurley di pantai, saya mencoba untuk membuat dia terkesan.” (Dyou Worawong) untuk memberikan kembali ke tempat ini berselancar yang hebat ini, semua 16 peserta dari surf camp, termasuk supir kami, yang berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan pantai yang sangat efisien dan bermanfaat. Persinggahan terakhir dari perjalanan meriah ini adalah sesi sore di Halfway Kuta, di mana kami mengakhiri pengalaman yang luar biasa ini dengan ombak yang bagus untuk semua orang.
Oleh: Bali International School Surf Camp 2012







Teaser: Volcom Fiji Pro 2013
Interview: Diah Rahayu Dewi
Surf Survival With The Oakley Team
Comments are closed.